Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan

Gunung Ungaran

Gunung Ungaran salah salah satu gunung yang sudah tidak aktif dan tidak cukup tinggi yakni 2050mdpl. Berlokasi di Jawa Tengah, secara administrasi gunung ini sebagian ada yang ikut wilayah kabupaten Kendal, kabupaten Semarang dan kota Semarang. Meskipun tak terlalu tinggi namun gunung Ungaran juga punya pesona tersendiri yang tidak dijumpai di gunung lain. Pada artikel yang pernah saya tulis sebelumnya, saya pernah mendaki Gunung Ungaran via Mawar di tahun 2018. Nah kali ini saya kembali akan bercerita tentang pendakian Gunung Ungaran via Perantunan. Seperti apa ceritanya? inilah dia.

Ungaran via Perantunan

Hai-hai sobat Blogger, di tanggal 10-11 Desember 2022 kemarin saya melakukan pendakian gunung Ungaran via Perantunan. Ini adalah kali kedua saya mendaki gunung Ungaran setelah 2018 lalu saya kesini tapi via Mawar. Perantunan secara wilayah masuk ke desa Gintungan, kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang. Untuk aksesnya sendiri bisa menggunakan sepeda motor, kalau mobil paling hanya sampai kampung terakhir karena sehabis itu naik ke jalan cor yang lebarnya hanya 1 m.

Basecamp Perantunan

Lokasinya berada di atas perkebunan milik warga dengan dikelilingi oleh pohon Pinus. Tiket masuk kesini adalah sekitar 15 ribu per orang. Kemudian parkir motor 5 ribu permotor. Untuk akses mobil sementara ini belum bisa masuk ke atas karena jalannya kecil. Di basecamp ini kita bisa melihat pemandangan bawah yang cukup indah, kita bisa melihat Danau Rawapening dan pegunungan kelir di sekitarnya.

Estimasi Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan

Estimasi pendakian gunung Ungaran via Perantunan ini untuk bisa sampai ke puncak Botak sekitar 3 sampai 4 jam waktu normal, bisa kurang bisa lebih. Disini ada 5 pos yang akan di lewati. Rute pertama, basecamp ke pos 1 sekitar 1 jam. Kemudian dari pos 1 sampai pos 2 sekitar 30 menit. Pos 2 menuju ke pos 3 jugga sekitar 30 menit. Adapun pos 3 ke pos 4 juga sama 30 menit. Pos 4 ke pos 5 juga 30 menit. Disini di poendakian gunung Ungaran via Perantunan ini adalah jalur untuk menuju ke Puncak Botak, namun tetap ada jalur untuk menuju ke Puncak Raider.

5 Tempat Camping Area di sekitar kota Semarang

Halo sobat Blogger, beberapa hari yang lalu saya melakukan pendakian Gunung Ungaran via Perantunan. Ternyata, di basecamp pun ada camp ground area yang cukup luas dan bisa menampung lebih dari 100 tenda. Oh iya di cerita kali ini saya tidak akan bercerita tentang Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan. Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan akan saya ceritakan di tulisan yang lain.

Kali ini saya akan bercerita tentang 5 Tempat Camping (Camp Ground Area) yang dekat dengan kota Semarang. Apa sajakah itu? Disini sebagian tempat pernah saya kunjungi namun ada yang belum saya coba untuk camping. Jadi tunggu apalagi inilah dia tempat-tempat tersebut:

  1. Basecamp Pendakian Ungaran via Mawar
  2. Hutan Pinus Gonoharjo Nglimut Limbangan
  3. Basecamp Pendakian Ungaran via Perantunan
  4. Iámpelgading Homeland
  5. Vanaprastha Gedong Songo

1. Basecamp Pendakian Ungaran via Mawar

Lokasi yang pertama ini pasti sudah banyak yang tahu. Ya benar, Basecamp Mawar orang menyebutnya. Menjadi salah satu jalur yang ramai dikunjungi saat mau mendaki Gunung Ungaran. Disini pun banyak yang sekedar Camping Ceria dengan menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, rekan kerja, sahabat dan yang lainnya.

Basecamp Mawar berlokasi di desa Sidomukti, kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang. Berjarak sekitar 30 km dari kota Semarang membuat tempat ini tak terlalu jauh untuk dijangkau. Kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menuju kesini kalau dari Semarang sekitar 1 jam. Fasilitas di basecamp ini sudah cukup lengkap mulai dari mushola, toilet, warung, dan parkiran yang luas.

Baca juga : Pendakian Gunung Ungaran via Mawar

2. Hutan Pinus Gonoharjo Nglimut Limbangan

Tempat berikutnya yang bisa menjadi tempat camping yang dekat dengan kota Semarang adalah di Hutan Pinus Gonoharjo Nglimut Limbangan. Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Semarang saya rasa tempat ini lumayan dekat dan mudah diakses dengan kendaraan pribadi seperti mobil ataupun motor. Adapun jika ingin menggunakan bus BRT paling nanti turunnya di halte Cangkiran. OH iya kawasan hutan pinus ini masuk ke dalam wilayah desa Gonoharjo, kecamatan Limbangan kabupaten Kendal.

Saya merekomendasikan tempat ini bagi kawan-kawan yang ingin mencoba kemah di tengah hutan pinus yang indah. Lokasi camp area ini cukup luas dan bisa kita gunakan untuk camping sekolah, gathering ataupun kemah biasa. Jujur karena saya belum pernah mencoba langsung kemah disini saya belum bisa memberikan kesan seperti apa tempat ini. Namun sekilas saya lihat dari jauh tempat ini cukup bagus. Tiket masuknya pun terbilang murah sekitar Rp8000,00.

3. Basecamp Pendakian Ungaran via Perantunan

Berlanjut ke tempat camp yang dekat dengan kota Semarang berikutnya adalah di Basecamp Pendakian Ungaran via Perantunan. Basecamp Perantunan sendiri berlokasi di desa Gintungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasinya cukup mudah dijangkau yakni ancer-ancernya di dekat alun-alun Bandungan kemudian ambil arah desa Gintungan. Basecampnya berjarak sekitar 2 km dari alun-alun Bandungan.

Lokasi basecamp Perantunan cukup luas, bisa menampung sekitar 100 tenda lebih. Tiket masuk kesini adalah Rp15.000,00 dan parkir motor Rp5000,00. Fasilitas disini pun cukup memadai ada warung makan, ada mushola, toilet, saung-saung dan camp ground itu sendiri. Sebenarnya kemarin tertarik mencoba camp disini tapi karena sudah berencana mau camp di atas maka camp disini next time saja.

4. Iámpelgading Homeland Bandungan

Lokasi yang selanjutnya ini saya pernah camping disini pada akhir tahun 2018, sudah cukup lama memang namun saya rasa masih relevan karena lokasi ini pun sampai sekarang masih ramai dikunjungi. Berikut adalah akun instagram resmi dari Iámpelgading Homeland https://www.instagram.com/ampelgading_homeland/?hl=id.

Iampelgading Homeland berlokasi di Kedung Wanteng desa Kenteng, kecamatan Bandungan kabupaten Semarang. Jarak dari kota Semarang adalah sekitar 20 km dengan waktu tempuh tidak sampai 1 jam. Berbeda dengan camp ground yang lainnya, disini bukan jalur pendakian gunung Ungaran ya kawan-kawan. Fasilitas disini skearang pun cukup lengkap dan patut dicoba untuk camp disini.

Baca juga Camping di Iámpelgading Homeland

5. Vanaprastha Gedong Songo

Lokasi terakhir ini adalah di dalam Candi Gedong Songo tepatnya di area pohon pinus di dekat Kompleks Candi I dan Candi II. Di lokasi ini saya pernah bebrapa kali ikut acara tapi belum sempat camping. Tempatnya bagus dan sejuk dengan camp di sekitar pohon pinus.

Vanaprastha ini memiliki luas 4-5 hektar yang dikelola oleh Perum Perhutani. Untuk tiket masuk kesini adalah sebesar Rp8000,00. Namun sebelum masuk sini kita harus masuk membayar tiket masuk ke Kompleks Candi Gedong Songo itu sendiri yakni sebesar Rp15.000.

Adapun fasilitas disini cukup baik karena sudah lengkap mulai dari mushola ada, toilet ada, rumah-rumah homestay pun ada dan area camp itu sendiri.

Nampaknya itulah tadi beberapa tempat camp di sekitar kota Semarang. Terimakasih telah membaca

Mengenal Tulungagung lewat kegiatan Tulungagung Travel Video Competition(TVC) 3

Mengenal Tulungagung

Hai Sobat Blogger, gimana nih kabar sehat kan? Gini nih, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 16-20 November 2022 saya mengikuti acara Travel Video Competition 2022 di Tulungagung. Disana saya bertemu dengan orang baru, teman baru yang sangat mengasyikkan. Oh iya tapi sebelum saya bercerita tentang kegiatan ini tahukah kalian dengan Tulungagung? Ya, barangkali banayk yang tidak tahu dengan kota kecil ini.

Tulungagung adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Kemudian Tulungagung juga berbatasan dengan berbagai kabupaten di sekitarnya seperti kabupaten Trenggalek dan kabupaten Ponorogo di sebelah barat, kabupaten Kediri di sisi utara, dan kabupaten Blitar di sisi timur.

Menurut cerita yang saya dengar dari orang setempat, dahulu daerah Tulungagung ini bernama kabupaten Ngrowo. Kenapa bisa demikian? Jadi Tulungagung ini termasuk dalam kota/kabupaten yang sudah lama berdiri. Kebetulan saat saya kesana juga bertepatan dengan ulang tahun yang ke 817. Nama Ngrowo diambil dari sebuah kadipaten di masa lampau. Dahulu kadipaten Ngrowo beribukota di Kalangbret. Namun pada tahun 1901 Masehi berganti menjadi kabupaten Tulungagung. Ngrowo sendiri bisa diartikan sumber air, tak heran demikian karena disini banyak ditemukan rawa.

Tulungagung

Kegiatan Travel Video Competition di Tulungagung

Saya sangat senang karena menjadi salah satu peserta yang terpilih dalam kegiatan Travel Video Competition di Tulungagung ini. Pasalnya, saya menjadi punya teman baru, relasi baru serta pengalaman baru di Tulungagung. Selama 5 hari kami melalui berbagai rangkaian ittinerary yang cukup padat.

Oh iya sebelum saya cerita tentang kegiatan ini, simak pula cerita pengalaman naik kereta Matarmaja dari stasiun Tawang ke stasiun Tulungagung. Berangkat di tanggal 15 November pukul 17.35 WIB dari stasiun Tawang kereta Matarmaja yang melaju dari arah Jakarta tiba dan kemudian berangkat melanjutkan perjalanan. 6 jam berlalu kereta akhirnya sampai di Tulungagung dan saya sudah dijemput oleh salah satu panitia disana, mas Dhesma namanya.

Oke barulah pada keesokan hari tanggal 16 November kami rombongan mulai check in di Hotel Palapa Tulungagung untuk kemudian bersiap mengikuti acara pembukaan Tulungagung Travel Video Competition 2022 di aula Pendopo kabupaten Tulungagung. Kegiatan di hari itu berlanjut eksplor Candi Sanggrahan, Candi Gayatri, Mbalong Kawuk, dan malamnya melihat pentas Kentrung di Balai Budaya.

Di hari kedua, kami meninggalkan hotel untuk menuju sarapan di Wina Joglo. Kemudian mengunjungi sentra pembuatan krupuk rambak di Rambak Pak Djarwo. Mengisi makan siang di pinggir Kali Junjung dan sorenya kami trekking menuju ke Candi Urung untuk camp disana. Karena hujan yang tak kunjung reda tak banyak yang kami lakukan di malam hari. Oh iya saya ingat kami belajar tembang macapat.

Di hari ketiga, saat jam 4 pagi kami berkemas untuk menuju Candi Dadi yang letaknya lebih tinggi dari Candi Urung. Saat pagi hari saya melihat pemandangan yang indah dimana terlihat samudera awan. Tak lama kami disana dan setelah mendapat beberapa materi tentang candi ini kami turun untuk segera ke acara selanjutnya yakni di Pendopo Kongas Arum Tulungagung melihat upacara arak-arakan tumpeng Buceng Lanang dan Buceng Wedok dalam rangka ulang tahun Tulungagung ke 817. Kegiatan berlanjut untuk makan siang di Ndalem Mbah Topah dan terakhir camp di Pantai Sanggar.

Di hari keempat, perjalanan menuju ke Kedung Minten. Disana kami mandi air yang berasal langsung dari Gunung Wilis. Kegiatan berlanjut menuju ke Candi Penampihan. Jaraknya lumayan sekitar 1 jam setengah dari Kedung Minten ini. Kami sampai di Candi Penampihan saat menjelang sore. Berlanjut ke lokasi selanjutnya, di lokasi yang terakhir yakni di Wana Senggani Camp.

Di hari terakhir acara ditutup dan kami pulang kembali ke tempat masing-masing. Itulah cerita kami di TUlungagung dalam mengikuti kegiatan Tulungagung Travel Video Competition 2022 yang sangat menyenangkan dan seru tentunya. Adapun cerita masing-masing tempat nanti akan saya ceritakan terpisah dari sini. Terimakasih telah membaca, Tulungagung is Satisfying and Awesome Place. Tulungagung adalah tempat untuk pulang.

Baca juga Pengalaman Mencoba DJI Avata

Keseruan Famtrip Dinas Pariwisata kabupaten Semarang bareng Blogger, Vlogger dan Genpi Jateng

Famtrip

Dinas Pariwisata kabupaten Semarang adakan Famtrip bareng Blogger, Vlogger, dan Genpi Jateng

Hai sobat Blogger, ah lama kali saya tak menyapa kalian semua. Gimana kabar sehat kan? Ini gaes hari ini Kamis 22 September 2022 saya dan beberapa teman blogger, vlogger dan Genpi Jateng mendapat undangan untuk mengikuti acara Famtrip yang diadakan oleh Dinas Pariwisata kabupaten Semarang.

Potensi Wisata Kabupaten Semarang

Mendengar kata Semarang tentu yang orang awam tuju pertama kali adalah kota Semarang. Jarang-jarang yang tahu kalau ternyata ada juga kabupaten Semarang. Inilah yang menjadi salah satu persoalan yang terjadi di kabupaten Semarang dalam membranding diri di kancah nasional khususnya pada pariwisata. Nah melalui kegiatan Famtrip Dinas Pariwisata kabupaten Semarang ini diharapkan dapat membantu promosi wisata di kabupaten Semarang.

Kegiatan Famtrip Dinas Pariwisata kabupaten Semarang

Nah di Famtrip kali ini kami mengunjungi beberapa tempat wisata di kabupaten Semarang gaes, mulai dari Watu Gajah Park, Pesona Garda, Bukit Cinta dan Muncul Waterpark. Untuk Bukit Cinta ini saya tak begitu asing mendengar karena memang dulu pernah kesini gaes tapi sudah lama sekali ya. Adapun nama-nama yang lain saya belum berkesempatan mengunjungi sebelumnya.

Watu Gajah Park

Sekira jam 8 pagi kami mulai berangkat menuju lokasi yang pertama yakni Watu Gajah Waterpark. Waterpark ini berlokasi di desa Ngobo kecamatan Bergas kabupaten Semarang. Lokasinya yang tak jauh dari pusat kota menjadikan tempat ini mudah untuk diakses. Tiket masuk ke wisata ini adalah sebesar Rp20.000 untuk weekday dan Rp25.000 untuk weekend. Wahana di Watu Gajah Waterpark ini cukup lengkap. Pengunjung bisa menikmati semua wahana ini dengan asyik. Banyak spot foto disini, kita bisa berfoto dengan latar belakang dinosaurus, watu gajah, gorilla, dan spot selfie lainnya. Fasilitas pun cukup lengkap ada toilet, mushola, gedung pertemuan dan lain-lain. Tapi ada satu hal yang membuat saya tertarik, apalagi kalau bukan Skatepark. Ya disini ada skateparknya tapi masih belum jadi. Next time kalau ada kesempatan kesini lagi saya mau bawa skateboard deh. Sayangnya kami punya keterbatasan waktu sehingga harus berlanjut ke lokasi berikutnya yakni Pesona Garda.

Pesona Garda

Berlanjut ke lokasi berikutnya, rombongan Famtrip kabupaten Semarang 2022 menuju ke wisata Pesona Garda. Pesona Garda ini adalah wahana air yang berlokasi di desa Candirejo kecamatan Pringapus. Sebenarnya rombongan bisa lewat dari jalan Bergas langsung ke Pringapus namun karena ada pengecoran jalan akhirnya kami lewat Tuntang ke arah Bringin.

Bisa dibilang jalan menuju Pesona Garda ini sudah bagus cor rata tapi karena kontur jalannya yang naik turun ditambah sempitnya ruas jalan ini membuat sulit untuk simpangam mobil di titik-titik tertentu. Sepanjang perjalanan saya melihat banyak hutan jati yang masih rimbun.

Alhamdulillah kami sampai di Pesona Garda sekitar jam 11.30 waktu setempat. Ternyata ini adalah wahana bermain air di sungai. Ada beberapa paket arung jeram yang ditawarkan. Mulai dari yang rute terjauh sepanjang 5 km dengan durasi sekitar 2 jam, dan ada pula arung jeram yang rute pendek 70 m kira-kira. Tak butuh waktu lama bagi kami untuk main air, ada perahu karet, ban, dan kasur angin.

Saya mencoba semuanya dengan senang hati, kapan lagi main air serasa mengenang masa kecil ya kan. Untuk tetap menjaga keamanan kami memakai rompi parasut dan helm. Aliran air disini memang tidak terlalu deras dibanding dengan Kali Elo, Serayu dan sebagainya. Namun justru itulah yang membuat tempat ini menarik sehingga bisa dicoba semua kalangan terlebih bagi kalian yang takut dengan aliran arus deras.

Puas bermain air, perut keroncongan dan kami makan. Karena ini acara Famtrip maka dari pengelola sudah menyediakan. Eits tapi jangan khawatir bagi kalian yang mau kesini banyak warung yang berjualan sehingga tak perlu takut kelaparan ya gaes.

Bukit Cinta Banyubiru

Di lokasi yang terakhir rombongan menuju ke Bukit Cinta dan Muncul Waterpark. Keduanya tidak terlalu jauh masih di Banyubiru. Bukit Cinta ini tiket masuknya Rp10.000. Banyak perubahan yang semakin bagus di Bukit Cinta ini. Maklum terakhir kesini tahun 2015 atau 2016 lupa persisnya. Yang tak berubah dari sini tentu patung ularnya ya, karena memang itu ikon tempat ini. Kami berkeliling sebentar karena waktu juga sudah sore. Disini kita bisa naik perahu dan jetski, kalau kesini mending pagi atau siang biar puas naik perahu. Tak lama kami pun cabut untuk ke Muncul Waterpark.

Muncul Waterpark

Tak banyak yang kami lakukan disini karena memanv sudah sore dan sepertinya sedang dalam perbaikan juga. Namun tempat ini pun saya rasa patut untuk dikunjungi teman-teman manakala sedang di Banyubiru.

Selesai Famtrip

Kegiatan Famtrip pun selesai dan kami kembali ke tempat masing-masing. Tentu saja masih ada banyak PR bagi Dinas Pariwisata kabupaten Semarang dalam memajukan potensi wilayahnya. Terimakasih kepada Dinas Pariwisata kabupaten Semarang yang telah mengundang kami untuk kegiatan ini. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Mount Kurikoma-栗駒山 (The Carpet of God)

About Mount Kurikoma

Mount Kurikoma-栗駒山(kurikomayama) also known as The Carpet of God is one of the 100 famous mountains in Japan. Mount Kurikoma located in the Tohoku region with an elevation of 1626 meter. This mountain is center on the border between Miyagi, Iwate, and Akita prefectures. Every year in peak season thousands of people come to hike. When spring season is famous for the beeches, summer are alpine plant and yellow-red leaves in autumn. The best time is in autumn season between mid-September-mid-October. In this season people come hike to see the red leaves.

How to get there

From Tokyo by the Shinkansen train about 2 hours to the Kurikoma-kogen Station (くりこま高原駅). Then continue by car 60 minutes. Otherwise, you can take a taxi for 12000-15000 yen all the way to Iwakagamidaira (いわかがみ平). At the end of September to mid-October there is a special bus managed by Miyako Bus. The fare is around 1600 yen one way. For more details please click here Miyako Bus.

From Tokyo by the Shinkansen train about 2 hours to Ichinoseki station (一ノ関駅). Take a taxi about 1 hour more fares 12000-15000. Or you can take a bus to Sukawa Hot Spring (須川高原温泉) about 90 minutes fare 1500 yen one way. For bus schedule please see here Iwateken Kotsu Bus.

From Sendai by the Shinkansen train about 30 minutes to the Kurikoma-kogen Station or Ichinoseki Station. Because I live in Sendai, I take the train (densha) Tohoku line from Sendai Station to Ichinoseki Station about 50 minutes and then continue by the bus to Sukawa Hot Spring.

Mount Kurikoma hiking trail course

There are 9 hiking trails with different levels of difficulty. The populer hikimg trail are:

  1. East Kurikoma Course (Higashi Kurikoma Course-東栗駒コース) 4km about 2,5 hours. East Kurikoma Course start from Iwakagamidaira which is recomended for beginner and intermediate.
  2. Sukawa Course (須川コース) 4 km about 2 hours. Sukawa Course start from Sukawa Kogen Onsen (須川高原温泉). It recommend for beginner and families.

Note*: Part of the Sukawa Course is currently closed, but there is a detour that will still take you to the summit through Ubunuma (産沼)

There are also hikers going up from the East Kurikoma Course and down to the Sukawa Course. I recommend it because hikers can enjoy the hot spring (onsen) at Sukawa Kogen Onsen.

What can you bring

Because this is a type of mountain that is not too high, it can be done daily hike. You can bring lunch and one bottle of drink is enough to reach the summit. Make sure the weather when climbing, if it will rain prepare a raincoat. if it’s windy, prepare a windbreaker jacket. Hikers come to enjoy the view of the autumn leaves, so I suggest bringing any camera, be it a cellphone, DSLR, or pocket camera. Use light shoes because it will make it easier for us to pass through the ups and downs. Also I recommend to use trekking pole to enjoy the hike.

Mount Kurikoma floral species

There are many floral species in Mount Kurikoma. in May-June are Heloniopsis orientalis, loxalis acetosella, Giaucidium palmatum, In June-July are Primula nipponica, Cotton grass, Adenophora azalea, Schizocodon soldanelloides, Kalmia procumbens, Bugbane, Dactylorhiza, Diapensia lapponica, In July-Agustus are Viola brevistipulata, Cassiope lycopodioides, Fauria crista-galli, Menyanthes trifoliata, Spiraea betulifolia, sanguisorba albiflora, Narthecium Asiaticum, Parnassia palustris.

My experience hike Mount Kurikoma

In the end, I had the chance to hike Mount Kurikoma on 19th September 2021. I hike via Sukawa Course. I arrived at Ichinoseki Station at 08.30 am and waited for the bus that left at 09.00 am to go to Sukawa Kogen Onsen. Then got there at 11.00 am as per the bus schedule for 90 minutes. Before hiking I checked my supplies and luggage again and prayed for smoothness and ease during the hike.

11.30 am I start to hike. At the beginning of the trail is a staircase with a stream of hot springs beside it. Then pass the incline with trees on the left and right. After that the track starts to climb a bit. After walking for almost 20 minutes arrived at Nagorigahara Swamp (なごりがはら沼). Here is a horizontal ramp with the savanna on the left and right. Resumed walking, I then crossed a small river. This section is dominated by slightly uphill and slightly sloping tracks.

20 minutes walk I arrived at Ubunuma. Here I take a short break for a drink because I was a bit tired at that time. While looking at the map I got at the Sukawa Kogen Onsen Tourist Information Center, I started walking again. In this part I enjoy the uphill track with views of red leaves along the way. After almost walking for more than two hours finally arrived at the top of Mount Kurikoma. Reach the top 01.40 pm. I rest for a while and then go down again to Sukawa Kogen Onsen because the bus I will be taking leaves at 04.30 pm.

According to my plan, I got off at 02.15 pm and arrived at Sukawa Kogen Onsen at 04.00 pm. After that wait for the bus and finally go home. Thanks for reading hope it helps. Enjoy Mount Kurikoma.

Read https://gaweanedolan.com/2020/02/06/bermain-snowboard-di-miyagi-jepang/