Wisata di Kebumen

Kebumen, salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang dulunya merupakan bagian dari Karesidenan Kedu. Bisa dilihat dari plat kendaraannya yang seragam yakni plat AA, yang membedakan hanya kode huruf di belakangnya. Kebumen punya ikon burung Walet, kalau orang sana menyebutnya Lawet. Nah kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pertama saya di Kebumen. Saya akan bercerita tentang wisata di kebumen yang saya kunjungi selama di Kebumen. Langsung saja, ini adalah ketika waktu itu bulan Mei, teman saya Hasan mengajak pulang ke rumahnya . Berangkatlah saya, Hasan, Munir, dan Muslih ke Kebumen. Kami berangkat dari Semarang agak pagi dan sampai di Kebumen jam 1 siang. Mengapa saya bisa jatuh cinta pada Kebumen? simak cerita saya ya teman-teman.

bukit pentulu indah

Es Dawet Purworejo (Jembatan Butuh)

Sebelum saya bercerita tentang wisata di Kebumen, ada hal unik yang bagi saya itu agak lucu. Waktu itu ketika melewati Purworejo kami berhenti dan mampir di penjual es dawet. Es Dawet ini sangat terkenal karena keunikan namanya. Namanya es Dawet Jembatan Butuh. Kenapa dinamakan demikian karena es Dawet ini terletak di dekat Jembatan Butuh Purworejo. Bagi kawan-kawan yang akan melewatii Purworejo sempatkanlah mampir di es Dawet ini, yakin es dawetnya enak. Recomended pokoknya.

Sampai di rumah Hasan

Sampailah kami di rumah Hasan di desa Kambangsari, Kecamatan Alian. Letak kecamatan Alian ini agak ke utara, sehingga ada yang kondisi geografisnya perbukitan. Dengan latar pemandangan yang indah, tempat ini adalah salah satu landcape yang menyejukkan mata untuk dipandang.Oh iya, jarak rumah Hasan dari alun-alun cukup dekat yakni sekitar 10 menit sampai. Hari pertama di Kebumen saya menyempatkan untuk main di alun-alun, kebetulan saat itu adalah malam minggu jadi ramai. Disini ternyata kami disusul oleh Ridwan dan Arifin dari Semarang, dan akhirnya tambah dua personel haha. Nah di hari kedua, hasrat untuk menjelajahi Kebumen tak tertahankan jadilah kami berencana mencari wisata Curug Winong desa Pujotirto yang letaknya di daerah agak ke utara. Curug Winong adalah salah satu tempat wisata di Kebumen yang ingin kami kunjungi.

rumah hasan
rumah hasan

Curug Tanpa Nama atau Curug Wong Kene

Karena hujan kami harus menunggu sampai hujan reda. Alhamdulillah hujan sudah reda dan sekitar jam 9 pagi kami berangkat. Sampai di desa Pujotirto kami tidak menemukan lokasi curug tersebut. Sebenarnya kami sudah tanya kesana kemari namun informasi yang kami dapat juga tidak sesuai yang diharapkan. Akhirnya dengan nekat kami masuk ke hutan yang kata warga sekitar ada curug di dekat situ. Waktu itu kami masuk ke hutan sehabis dhuhur. Masuklah kami ke hutan dan berjalan tak tentu arah karena memang tidak ada petunjuk sama sekali. Kami menemukan sungai dan air terjun lain, entah apa namanya yang jelas cukup menjadi penawar meskipun tidak menemukan curug Winong yang kami cari tersebut. Tanpa pikir panjang kami langsung mandi di sana, entah kalian bisa menamainya curug atau sungai terserah lah haha. Yang penting happy itu prinsipnya. Puas bermain air kami pun pulang jam 3 sore dan meninggalkan hutan tersebut. Malam harinya, Ridwan dan Arifin pulang ke Semarang, yah padahal baru sebentar di Kebumen, tapi mau gimana lagi karena mereka ada urusan haha. Malam itu kami istirahat di rumah saja dan bersiap untuk mengeksplor wisata di Kebumen keesokan harinya. Pengalaman pada hari itu semakin menambah saya jatuh cinta pada Kebumen.

curug wong kene
curug wong kene

Bukit Pentulu Indah

Senin pagi sekali sehabis subuh kami berangkat ke Wisata Bukit Pentulu Indah yang terletak di desa Karangsambung. Jarak yang akan kami tempuh sekitar 40 menit. Benar saja kami sampai disana sekitar jam setengah 6, yah meskipun sudah agak telat tapi tidak apalah. Untuk akses kesini cukup mudah. Kita tinggal mencari di google maps. Ketik atau Search Bukit Pentulu Indah gitu, maka lokasi tersebut akan muncul. Ancer-ancernya adalah jika kita dari arah kota maka kita harus mengambil arah ke Kecamatan Sadang. Nah lokasi wisata tersebut terletak sebelum masuk ke kecamatan Sadang, tepatnya dekat kantor LIPI maju sedikit terus ada pertigaan ke kanan nah itu masuk. Kalau dari arah kecamatan Sadang maka letaknya di kiri jalan. Bukit Pentulu Indah ini adalah salah satu wisata andalan di Kebumen.

bukit pentulu indah
bukit pentulu indah

Kondisi jalan dari kota sampai ke pertigaan ini cukup bagus. Yang jelek adalah saat kita mulai memasuki kawasan wisatanya. Jalannya rusak dan menanjak, jadi jika ingin kesini pakai motor usahakan kondisi yang prima supaya kuat nanjak, hehe. Akhirnya perjuangan terbayarkan, kami disambut dengan pemandangan yang indah, pohon cemara yang cukup banyak membuat adem. Apalagi tempatnya yang berada di daerah ketinggian membuat suasana disini sangat nyaman. Tiket masuknya pun murah tidak sampai 10 ribu. Disini kita bisa melihat pemandangan matahari terbit (sunrise) sambil naik ke rumah pohon. Ada juga simbol love yang bisa dijadikan background foto untuk pasangan muda-mudi yang memadu kasih, tapi jangan baper ya buat yang jomblo, wkwk. Puas melihat sunrise, kami ngopi sebentar di warung yang ada disana. Jam 9 pagi kami pun pulang ke rumah Hasan. suatu saat saya punya keinginan untuk kembali kesini lagi.

keindahan sunrise di bukit pentulu indah
keindahan sunrise di bukit pentulu indah

Sawangan Adventure

sawanga adventure kebumen
sawanga adventure kebumen

Siangnya, sekitar jam 1 kami ingin menjelajahi wisata pantai di kecamatan Ayah. Jika tadi sudah ke gunung maka saatnya ke pantai. Lengkap bukan perjalanan kami? Hehe. Sekitar jam 2 siang, sampailah kami di pintu masuk obyek wisata Sawangan Adventure. Sawangan Adventure adalah salah satu obyek wisata di Kebumen yang masih dalam tahap pengerjaan dan belum sepenuhnya selesai. Disini ada berbagai pilihan yang dapat dinikmati pengunjung yakni ada Curug Sawangan, Goa Wowo dan spot foto berbentuk love. Waktu itu jalan masuknya ke lokasi masih berupa tanah. Namun kemarin saat kunjungan saya yang kedua ke Kebumen, jalannya sudah dicor, alhamdulillah. Jadi Sawangan Adventure ini letaknya sekitar 3 km dari obyek wisata Pantai Menganti, cukup dekatlah. Sampai di lokasi kami parkir dan membayar tiket sebesar 7 ribu rupiah, murah bukan.

jalan menuju curug sawangan
jalan menuju curug sawangan

Kami langsung menuju Curug Sawangan yang jaraknya dari parkiran agak cukup jauh tapi tidak akan terasa capek karena kita bisa melihat pemandangan laut yang indah. Tips ketika kesini adalah ketika melewati tebing harap berhati-hati karena jika kita lengah kita bisa terperosok ke bawah. Alhamdulillah setelah bejalan sekitar 15 menit sampailah kami ke Curug Sawangan, wow curugnya indah guys. Tingginya mungkin sekitar 30 m. Kami pun foto bersama dan kemudian mandi disana. Oh airnya segar banget, mantap pokoknya. Jam 4 sore kami meninggalkan curug untuk kembali ke parkiran. Kami sholat asar disana.

curug sawangan
curug sawangan

Pantai Menganti

wisata di Kebumen selanjutnya adalah Pantai Menganti. Entah karena rejeki anak sholeh atau memang kami yang kesorean jadi penjaga tiket sudah tidak ada alhasil kami masuk ke Pantai Menganti tidak bayar, hehe. Bagi saya sendiri kalau sedang di Kebumen dan tidak mengunjungi Pantai Menganti maka kurang afdhol. Pantai Menganti adalah salah satu wisata di Kebumen yang patut untuk dikunjungi dan tidak akan menyesal kesini.

Sampai Menganti kami sudah agak sore, dan langsung menuju ke spot Sunset area. Beruntung sore itu kami dapat melihat pemandangan mega yang berwarna jingga yang menghiasi langit. Sungguh pemandangan yang indah dan tidak bisa dilupakan. Puas melihat sunset kami kemudian pergi meninggalkan Pantai Menganti untuk pulang. Hari itu benar-benar puas, kami dapat melihat sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari. Terimakasih kepada Hasan dan keluarga yang mengijinkan saya, Munir dan Muslih main kerumah. Terimakasih Kebumen, kau memang keren, haha. Aku jatuh cinta pada Kebumen.

keindahan sunset di pantai menganti
keindahan sunset di pantai menganti

Itulah tadi sekilas cerita pengalaman saya selama di Kebumen dan mengunjungi wisata di Kebumen. Nantikan cerita saya selanjutnya, salam pariwisata Indonesia, salam Gaweanedolan.