alun-alun purwokerto

Permulaan Cerita

Akhir Agustus kemarin saya berkesempatan mengunjungi Purwokerto. Dalam perjalanan kesana saya bersama Mas Andrianto, yang biasa saya panggil Mas Aan. Perjalanan kami lakukan pada Senin pagi 29 Agustus 2017 yang kira-kira waktu tempuh kami adalah sekitar 5-6 jam. Termasuk lama sebenarnya perjalanan kali ini, apalagi kami memakai motor. Tapi itu semua tidak mengurungkan niat kami untuk tetap ke Purwokerto hahaha. Berangkatlah kami, jomblo sejati haha menuju Purwokerto jam setengah 8 pagi. Rute yang kami tempuh adalah Ngaliyan- Mijen- Sumowono- Temanggung- Parakan- Wonosobo- Banjarnegara- Purbalingga- Purwokerto.

Gunung Sumbing

Kami sempat berhenti di Temanggung untuk berfoto sejenak karena view saat itu keren sekali. Perjalanan dilanjut dan kami memasuki perbatasan Temanggung- Wonosobo yang sangat indah dimana kami melewati tengah-tengah gunung yakni antara gunung Sumbing dan gunung Sindoro.

gunung sumbing
gunung sumbing

Sampai di Banjarnegaraa

Sampai di Banjarnegara kami istirahat di rumah mbahnya mas Aan di daerah kecamatan Mandiraja tepatnya di desa Selamerta. Mandiraja sendiri adalah jalan alternatif menuju ke arah Waduk Sempor Kebumen yang pasti jalannya berlika-liku dan naik turun. Namun lokasi desa Selamerta ini masuknya tidak jauh dari jalan utama Banjarnegara- Purwokerto, kurang lebih sekitar 5 km ke arah Selatan.

Purwokerto

Malam harinya, sehabis maghrib kami melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto. Untuk menuju kesana kira-kira sekitar 1 jam dengan tempo santai. Akhirnya sampailah kami di Purwokerto sekitar jam 8 malam. Alhamdulillah senang sekali bisa mengunjungi Purwokerto untuk pertama kalinya dalam hidup saya, agak lebay dikit ya haha.

Mengapa ke Purwokerto

Oh iya saya belum menceritakan kenapa saya ke Purwokerto, nah jadi saya ke Purwokerto adalah untuk menonton pertandingan Pencak Silat yang diadakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Saya gak main ya, hanya penonton, hehe. Saya nonton Kontingen dari UIN Walisongo Semarang dan alhamdulillah saat itu begitu sampai di UNSOED salah satu atlet dari UIN ada yang mau main jadi bisa nonton. Selepas sesi pertandingan malam kami bersama tim kontingen UIN kembali ke tempat istirahat yakni kami menginap dirumah senior mas Syaefudin Mughni.

unsoed
unsoed

Alun-alun Purwokerto

Saat itu semua atlet beristirahat karena besiknya masih mau tanding, dan tinggallah saya, Mas Aan, Mas Imam, Mas Aryo, Mas Kohar yang masih melek. Kami memutuskan untuk menghabiskan malam di alun-alun Purwokerto. Setelah searching ternyata lokasinya tidak jauh dari rumah mas Isep (sapaan akrab Mas Saifudin Mughni) kira-kira 5 menit jaraknya. Suasana malam itu agak sepi, dan sampailah kami di alun-alun Purwokerto. Disana tidak terlalu banyak orang karena tidak sedang malam minggu.Malam itu kami menikmati malam dengan semangkuk wedang ronde yang hangat. Karean agak mengantuk, jadilah kami pulang dan meninggalkan alun-alun Purwokerto.

alun-alun purwokerto
alun-alun purwokerto

Tirta Kembar

Hari kedua di Purwokerto tidak ada banyak perubahan karena saat itu masih ada pertandingan sehingga saya hanya menghabiskan waktu di GOR UNSOED. Nah di hari ketiga setelah acara pertandingan selesai, kami mencari hiburan di sekitar Purwokerto. Pilihan kami tertuju pada kolam renang Tirta Kembar, yang letaknya adalah di dekat perempatan Hotel Aston. Biaya masuk ke kolam renang ini sangatlah murah yakni perorang hanya ditarik 3 ribu rupiah. Memang jika dilihat dari depan, tempat wisata ini agak kurang terawat tapi setelah memasukinya di dalam tidak terlalu buruk. Kabar yang saya dapatkan dari kolam renang ini adalah bahwa dulu sempat ditutup dan kembali dibuka lagi baru-baru ini.

tirta kembar
tirta kembar

Selepas sholat dhuhur saya langsung melepas pakaian dan pemanasan sebentar agar tidak terjadi kram. Byuuur, saya langsung menceburkan diri dan bermain bersama dengan yang lainnya. Untuk kolam renang disini kedalamannya bervariasi, mulai dari 1,25 m samapi 2,5 m dengan panjang lintasan 50 m lebih. Jiak dilihat dari standar sepertinya kolam renang ini memenuhi standar perlombaan renang. Disini pengunjung juga bisa memacu adrenallin dengan melompat di papan loncatan yang tingginya bervariasi, mulai dari yang sekitar 1 m samapi yang ketinggian 10 m. Dan saya berani mencoba samapi dengan ketinggian 4 m, iu pun sudah cukup menantang haha. Oh iya kedalaman kolam lompat ini adalah 4,8 m.

Hari terakhir di Purwokerto

Setelah cukup puas bermain air kami kembali ke UNSOED untuk mengikuti penutupan acara dan alhamdulillah kontingen UIN Walisongo mendapat hasil yang tidak mengecewakan. Malamnya, kami berpamitan dengan keluarga Mas Isep dan bertolak menuju ke Semarang. Sedangkan Mas Aan masih tinggal di Banjarnegara dirumah mbahnya. Kami menaiki 2 mobil Avanza yang disopiri Mas Aryo, dan Mas Kohar. Sehabis isya kami berangkat dan meninggalkan Purowkerto. Tentu ini adalah pengalaman yang berharga bagi kami terutama bagi saya sendiri karena bisa mengunjungi Purwokerto dengan sepeda motor meskipun pulangnya saya ikut rombongan mobil, hehe.

Pulang

Sekitar jam 9 malam kami mampir di alun-alun Purbalingga untuk menikmati malam dan makan malam disana. Sekitar satu jam kami di alun-alun Purbalingga, kami kemudian melanjutkan perjalanan. Karena sudah mengantuk akhirnya satu persatu dari kami mulai tertidur, tapi tidak dengan sang sopir yang tetap harus melek hehe. Dan saya pun mulai tidak kuat melek saat di Temanggung, setelah Temanggung saya tertidur dan baru bangun saat sampai di kamppus jam 3 pagi. Alhamdulillah kami sampai di Semarang dengan selamat.

Itulah cerita saya dan keluarga UKM PSHT UIN Walisongo di Purwokerto, terimakasih telah membaca. Oh iya ada satu hal penting yang perlu kita ketahui bersama yang mungkin tidak banyak yang tahu tentang hal ini. Apa itu?ya saya akan sedikit share tentang Purowkerto dan Banyumas? Apakah keduanya berbeda atau bagaimana? Nah jadi sebenarnya Banyumas adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah dengan ibukotanya Purwokerto. Jadi Purwokerto adalah ibukotanya kabupaten Banyumas. Hal ini serupa dengan Kabupaten Grobogan yang beribukota di Purwodadi, Kabupaten Tegal yang beribukota di Slawi dan lain sebaginya.

Baca juga: Wisata ke Candi Prambanaan dan Wedang Ronde

Sekian, Salam Gaweanedolan