air terjun kedunggoro

Kabupaten Boyolali adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Dahulu termasuk ke dalam wilayah karesidenan Solo dengan ciri plat motor AD nya. Disini juga terdapat Bandara Internasional Adi Soemarno yang melayani pemberangkatan jamaah haji. Terdapat pula asrama haji Donohudan yang merupakan tempat bagi calon jamaah haji sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. Eits tapi kali ini saya tidak akan membahas jamaah haji ya, hehe. Saya akan membahas wisata di Boyolali daerah utara.

Mengenal wisata di Boyolali Utara

Boyolali utara akan selalu ada di hati saya. Cerita ini bermula ketika waktu itu saya dan ratusan teman lainnya dari Kampus UIN Walisongo Semarang mendapat tugas untuk melakukan pengabdian di daerah Boyolali utara yang meliputi wilayah kecamatan Wonosegoro, kecamatan Kemusu dan kecamatan Juwangi. Kami melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) selama 45 hari, terhitung mulai dari tanggal 27 September 2016 s/d tanggal 10 November 2016. Jika saat ini adalah bulan Desember 2018 maka sudah hampir 2 tahun lamanya cerita itu terjadi. Mengapa saya baru menulisnya sekarang? Karena waku itu belum ada dorongan untuk menulis. Setidaknya saya mencoba menulis pengalaman saya di Boyolali, meskipun agak terlambat tapi tidak apa-apa daripada tidak sama sekali. Lantas sebenarnya bagaimana yang teman-teman dengar selama ini mengenai wisata di Boyolali Utara? tentu yang terlintas di pikiran teman-teman ah pasti daerah yang gersang dan hanya ada banyak hutan jati. Tapi tahukah teman-teman sekalian bahwa Boyolai utara juga menyimpan wisata yang tak kalah menarik dan patut untuk dikunjungi. Apa sajakah wisatanya?

kedunggoro
kedunggoro

1. Air Terjun Kedunggoro

Air Terjun Kedunggoro adalah salah satu tempat wisata di Boyolali yang menarik yang sangat saya rekomendasikan saat sedang berada di Boyolali Utara. Dimanakah letaknya? Air terjun Kedunggoro terletak di Desa Bolo kecamatan Wonosegoro kabupaten Boyolali. Waktu itu saya datang kesana sekitar seminggu setelah KKN. Dari lokasi KKN saya desa Bandung kecamatan Wonosegoro hanya butuh waktu tidak kurang dari 10 menit. Cukup dekat bukan? Dulu akses masuk dari jalan raya sampai ke tempat wisata ini kurang bagus jalannya, tapi tenang saja saat ini di tahun 2018 jalannya sudah bagus. Jadi penasaran kan ingin kesini? Jika teman-teman berangkat dari Boyolali kota maka membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan sepeda motor ataupun mobil. Rute yang dapat diambil adalah melewati jalan lintas Boyolali-Salatiga kemudian masuk ke Sruwen dan lurus saja sampai ke perempatan Karanggede tetap lurus, mengambil arah Wonosegoro. Dari perempatan Karanggede cukup membutuhkan waktu sekitar 10 menit dan akan sampailah di desa Bolo. Kalau bingung dan ragu, jangan sungkan untuk bertanya pada warga sekitar dan mereka akan senang hati membantu.

Air Terjun Kedunggoro
Kesegaran Air terjun Kedunggoro

Bagaimana kondisi di lapangan

Sepanjang perjalanan setelah memasuki desa Bolo adalah sawah di sebelah kiri dan kanan, ada juga perbukitan di sebelah kanan. Pemandangaan yang cukup memanjakan mata. Setelah sampai di parkiran, teman-teman sekalian masih harus berjalan kaki dan menyebrangi sungai yang merupakan aliran dari air terjun tersebut. Nah setelah terdengar gemercik suara air, teman-teman pasti akan merasa kagum dengan pemandangannya yang indah. Air Terjun Kedunggoro ini airnya segar dan biru kehijauan. Di samping-sampingnya terdapat kebun warga dan pohon jati. Sebelum menikmati kesegaran air terjun saya sarankan berdoa sebelumnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut cerita masyarakat sekitar, sudah pernah ada kejadian pengunjung yang tenggelam dan meninggal disana. Tapi yang terpenting adalah dimanapun tempat pasti ada penunggunya dan kita harus bersikap sopan terhadap siapapun dan apapun. Mengapa saya mengatakan demikian? karena memang jika kita tidak punya niat buruk tentu kita tidak akan digangggu oleh makhluk-makhluk yang ada disana karena tujuan kita adalah mensyukuri dan menikmati ciptaan-Nya. Sebenarnya saya tidak bermaksud apa-apa menceritakan semua ini, karena saya adalah penulis saya akan berusaha menulis segala sesuatu dengan obyektif. Memang demikian adanya yang terjadi disana.

kedunggoro
kedunggoro

Pengembangan wisata Air Terjun Kedunggoro

Entah sekarang bagaimana keadaan obyek wisata Air Terjun Kedunggoro. Sudah sepatutnya ada pengembangan dan perhatian dari dinas terkait agar obyek wisata ini menjadi lebih baik dalam pengelolaannya. Saya yakinkan kepada teman-teman semua, tempat ini sangat indah dan menyenangkan dan akan membuat ketagihan untuk kesana lagi karena airnya segar dan bersih.

2. Curug Gua Rincing

Wisata di Boyolali utara selanjutnya adalah sebuah Air terjun/ Curug di desa Gunungsari kecamatan Wonosegoro. Desa Gunungsari sendiri terletak di sebelah utara desa Bandung. Sekitar 10 menit naik sepeda motor dari Bandung untuk sampai ke desa Gunungsari.

Kondisi Curug Gua Rincing

Berbeda dengan Air terjun Kedunggoro, Curug Gua Rincing sama sekali belum dikelola. Akses untuk menuju ke lokasi pun agak sulit, harus melewati perkampungan warga dan kemudian harus berjalan kaki menjelajahi kebun-kebun warga yang jalannya agak jelek. Namun semua akan terbayarkan ketika kita sudah sampai ke air terjun tersebut. Jadi sebenarnya air terjun ini bisa dibilang terletak di antara kebun-kebun warga. Begitulah Curug Gua Rincing, masih alami dan penuh perjuangan untuk bisa kesana.

Curug Gua Rincing
Curug Gua Rincing

Baca juga: Kereta Api Kalijaga Semarang Solo