saya dan Sandi di depan pintu Basecamp Patak Banteng

Sekilas Gunung Prau

Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang cukup ramai diminati oleh pendaki, baik kalangan pendaki pemula maupun profesional. Gunung yang menawarkan sejuta keindahan ini memang tidak ada habisnya untuk dieksplor. Gunung  yang bisa dibilang instagramable untuk anak milenial. Nah kali ini saya ingin bercerita bagaimana keseruan saya saat mendaki Gunung Prau via Patak Banteng. Seperti apa ceritanya? Mari teman-teman simak.

Pemandangan di puncak Gunung Prau, terlihat Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, Telomoyo
Pemandangan di puncak Gunung Prau, terlihat Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, Telomoyo (Foto oleh saya)

Jalur pendakian Gunung Prau

Gunung Prau memiliki beberapa jalur pendakian. Adapun yang saya ketahui adalah Jalur pendakian Gunung Prau via Dieng, Jalur pendakian Gunung Prau via Kalilembu, Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng, Jalur pendakian Gunung Prau via Wates, jalur pendakian Gunung Prau via Dwarawati, Jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Jalur pendakian Gunung Prau via Kenjuran. Menurut saya, jalur pendakian yang paling ramai adalah via Patak Banteng.

Mendaki Gunung Prau

Gunung Prau adalah termasuk gunung dengan ketinggian yang tidak begitu tinggi, yakni hanya 2565 mdpl. inilah yang membuatnya tidak terlalu lelah ketika mendaki kesini. Di puncak Gunung Prau terdapat tapal batas yang menunjukkan perbatasan antara Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Batang. pendakian ke Gunung Prau paling cocok dilakukan saat musim panas. Mengapa demikian? Karena saat itu cuacanya cerah dan kita bisa mendapatkan view yang bagus. Selain itu, ada yang perlu temanteman ketahui bahwa pendakian Gunung Prau ditutup pada bulan Januari hingga awal bulan April. Hal ini bertujun untuk pemeliharaan ekosistem disana.

Jalur Pendakian Gunung Prau Via Patak Banteng

Basecamp Patak Banteng terletak di Jalan Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kebetulan waktu itu saya datang kesana pada bulan April 2017 tepatnya tanggal 8-9, satu minggu setelah pendakian pertama saya di Gunung Sumbing Via Garung. Basecamp Patak Banteng letaknya cukup strategis sehingga tidak cukup sulit untuk bisa kesini. Saat saya datang kesana, rupanya banyak pula pendaki lain yang juga berniat untuk mendaki Gunung Prau. Maklum sat itu adalah hari adalah pembukaan kembali pendakian Gunung Prau setelah sebelumnya ditutup selama 3 bulan. Ditambah saat itu adalah Sabtu malam Minggu sehingga ramai pengunjung. Sampai di basecamp saya dan Sandi istirahat sebentar sembari menunggu kedua temannya yang belum datang. Selang sekira satu jam kemudian datanglah kedua temannya tersebut.

Basecamp Patak Banteng
Basecamp Patak Banteng

Fasilitas dan Registrasi

Di Basecamp Patak Banteng ini fasilitasnya sudah cukup baik, sama halnya dengan basecamp-basecamp gunung lainnya. Ada toilet,tempat ibadah, warung makan, tempat penjualanan souvenir dan lain sebagainya. Setelah melakukan registrasi sebesar Rp 10.000 dan menata kembali perlengkapan yanng dibutuhkan, kami bersiap memulai pendakian. Perlu diketahui oleh teman-teman bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak adalah berkisar antara 2-3 jam.

Baca juga Pendakian Gunung Sumbing

Memulai Pendakian (Basecamp-Pos 1)

Kami berangkat dari basecamp sekira pukul 14.00 WIB. Adapun rute yang dilalui pertama adalah melewati rumah penduduk kemudian memasuki kebun warga. Mulai dari rumah penduduk sampai kebun warga, jalan yang kami lalui adalah berupa anak tangga yang lumayan membuat naapas ngos-ngosan. Lanjut lagi setelah itu kami melewati jalana yang agak lebar dan menanjak. Kemudian sampailah kami di Pos 1 (sikut dewo). Disini kami istirahat sebentar sembari melihat pemandangan alam khas dieng. Waktu yang dibutuhkan dari basecamp sampai ke Pos 1 kurang dari setengah jam.

Pos 1-Pos 2 (Canggal Walangan)

Kami meningggalkan Pos 1 untuk selanjutnya menuju ke Pos 2. Saat mendaki, saya banyak berpapasan dengan pendaki dari luar kota maupun luar daerah. Dalam perjalanan ke Pos @ terdapat warung-warung warga yang menyediakan aneka makanan berupa nasi, buah-buahan, gorengan dan air minum tentunya. Setelah beberapa saat kemudian, sampailah kami di Pos 2 (Canggal Walangan). Seperti trek sebelumnya yakni dari basecamp ke Pos 1, trek dari Pos 1 ke Pos 2 tak jauh berbeda bahkan cenderung lebih menguras tenaga.

Pos 2-Pos 3 (Cacingan)

Sama halnya pos sebelumnya, Pos 2 menuju ke Pos 3 pun tak jauh berbeda. Seingat saya trek dari Pos 2 menuju ke Pos 3 adalah tanah berupa anak tangga. Kadang kalau banyak yang mendaki, kita harus antri dengan pendaki lainnya untuk akses naik dan turun. Dari atas sini Telaga Warna nampak terlihat indah dari kejauhan. Selang beberapa saat kemudian kami sampai di Pos 3. Kami berhenti dan beristirahat.

Pos 3- Camp Area

Perjalanan dilanjutkan, saat itu hari sudah senja dan kami menyalakan senter yang dibawa. Dari Pos 3 menuju ke Camp Area kita akan melewati trek tanah yang agak miring dengan akar-akar yang menghiasi. setelah berjalan dan istirahat beberapa kali akhirnya kami sampai di Camp Area. Kami disini mendirikan tenda dan memasak mi dan membuat kopi. Sama halnya dengan pendakian saya di Gunung Sumbing, saya pun masih merasa kedinginan dan tidak bisa tidur.

Bendera PSHT di Gunung Prau
Bendera PSHT di Gunung Prau

Sunrise di Gunung Prau

Sudah menjadi rajasia umum bahwa salah satu pesona dari Gunung Prau adalah pemandangan sunrisenya. JIka cuaca sedang baik, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbinng akan terlihat sangat indah dari puncak Gunung Prau. Begitu pula saya, saya tidak ingin melewatkan kesempatan langka untuk bisa melihat sunrise tersebut. Beruntung, pagi hari cuacanya sedang cerah dan saya bisa menyaksikan keindahan sunrise di Gunung Prau dan melihat indahnya Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Selepas puas berfoto-foto, saya dan teman-teman kembali ke tenda untuk sarapan. Setelah agak siang, kami beres-beres dan bersiap untuk turun ke basecamp. Sekitar jam 9 kami turun dengan badan yang sudah capek dan pegal, apalagi Sandi yang saat mendaki kemarin membawa 2 tas haha.

Sunrise Gunung Prau
Sunrise Gunung Prau

Estimasi Biaya Mendaki Gunung Prau via Patak Banteng

Biaya yang saya keluarkan saat mendaki Gunung Prau via Patak Banteng adalah sebagai berikut:

  1. Bensin Rp.50.000,00 untuk PP Semarang-Dieng (dibagi 2 karena saya boncengan sama Sandi).
  2. Perbekalan Rp.70.000 untuk membeli mie instan, roti tawar, air mineral, susu sachet, kopi sachet, madu, snack(ini juga dibagi 2 sama Sandi).
  3. Biaya registrasi pendakian Gunung Prau via Patak Banteng sebesar Rp.10.000 per orang.
  4. Biaya parkir sepeda motor sebesar Rp.10.000
  5. Biaya lain-lain sebesar Rp.10.000.

Jika ditotal biaya yang saya keluarkan selama mendaki Gunung Prau via Patak Banteng tidak sampai Rp.100.000. Begitulah cerita saya mendaki Gunung Prau via Patak Banteng, salah satu gunung yang berkesan bagi saya. Terima kasih telah membaca tulisan yang semoga bisa bermanfaat ini, namun ini bukanlah rujukan utama dalam informasi pendakian Gunung Prau via Patak Banteng karena pasti ada informasi terbaru lainnya. Sehingga teman-teman tetap harus mengupdate informasi terbaru. Nantikan lagi cerita saya selanjutnya. Terimakasih.